Kenapa Lebih Percaya BENCI Dari Pada CINTA?

Kenapa Lebih Percaya BENCI Dari Pada CINTA?

Kenapa Lebih Percaya BENCI Dari Pada CINTA? – Kenapa hal yang sering terjadi atau yang kerap di alami dalam sebuah perasaan adalah Lebih langsung Percaya BENCI Dari Pada percaya CINTA?. Jawaban simpel nya adalah karena pada dasarnya tidak ada yang mengajarkan tentang BENCI sudah jelas semuanya akan mengajarkan tentang CINTA. Entah siapapun itu orangnya, organisasinya atau lain-lainnya.

Dan karena semua lebih fokus mengajarkan cinta, akhirnya cinta berubah menjadi sebuah ideologi di kepala. Yang terjadi manusia tidak lagi murni mencintai tulus dari dalam hati, melainkan hanya sebuah rutinitas dari pemikiran logika. 

Kemurnian dari cinta seakan-akan sudah di gantikan oleh ideologi, sedangkan Benci masih 100% otentik alias murni. Itu bisa menjadi sebuah jawaban jika ada seseorang yang mengatakan “Aku Sangat Membencimu” dan tentu saja kalian akan langsung percaya 100% dari ucapan itu.

Tetapi berbeda dengan kebalikannya, ada seseorang yang mengatakan pada kalian “Aku Cinta dan Sayang Sama Kamu”. Sudah pasti yang kalian pikirkan adalah “Benarkah dia mencintaiku?”…”Masa Sih?”…”Jangan-jangan ada maksud”…”Apakah cintanya tulus gak ya”…”Sampai kapan dia mampu mencintai aku?” dan pemikiran lain sebagainya.

Maka dari itu saat seseorang mengatakan benci itu tentu akan murni dari hati. Sedangkan saat orang mengatakan cinta kebanyakan datangnya dari kepala, kebanyakan hanya logika. 

Lebih Percaya Benci Dari Pada Cinta

Sejatinya jika seseorang yang benar-benar mengerti Cinta yang akan ia rasakan hanyalah perasaan nyaman, gembira dan bahagia. Ia tidak akan pernah merasakan yang namanya sakit hati atau kecewa. Karena sumber yang membuat sakit hati atau kecewa bukanlah cinta melainkan ekspektasi nya sendiri akibat berusaha memenuhi syarat-syarat mencintai, berdasarkan ideologi yang ada.

Contohnya: “Kalau kamu cinta, Kamu harus begini, kamu harus begitu”, “Kalau kamu cinta aku, kamu harus punya ini, kamu harus punya itu”, dan tuntutan lain-lain sebagainya.

Jika Cinta Sejati sudah ditegakan didunia ini, maka sudah pasti tidak akan ada lagi yang namanya Peperangan atau Kebencian karena sumber dari itu semua adalah Rasa Sakit hati, Perbedaan karena adanya penyimpangan Cinta.

Jika Cinta Sejati sudah ditegakan, Tidak akan ada lagi yang namanya peperangan ideologi, perang antar suku, atau bahkan perang antara agama, Selain itu tentu tidak akan ada sebuah permainan cinta, cinta terlarang dan cinta tabu, semua keluhan rasa sakit karena dikhianati, diselingkuhi, diduakan, kesepian akan menghilang.

Semuanya akan hidup dalam kebahagiaan, harmonisasi, manis dan rukun, karena semua orang sudah mengetahui cara nya memberikan cinta dengan rasa tulus dan saling menghargai. Namun sayang nya Menciptakan Cinta Sejati itu sedikit sulit, Karena masih banyaknya orang yang lebih mementingkan kemarahan dan perdebatan untuk membela ideologi masing-masing dan tentu saja hal tersebut pertanda belum siap untuk bisa menciptakan apa itu Cinta Sejati.

Kenapa Lebih Percaya BENCI Dari Pada CINTA?

Mari baca Kutipan dari Ronal Frank bagaimana makna Cinta:

– Cinta sejati bukan soal STATUS, tapi TANPA-STATUS.

– Cinta TIDAK PERNAH memiliki. Kepemilikan adalah KONSEP PROPERTY.

– Karena Cinta itu MEMBERI, bukan MEMINTA, MENUNTUT atau MENDAPATKAN.

– Cinta Sejati mu adalah DIRI MU SENDIRI, bukan orang lain.

– Cinta tidak mengenal perbedaan usia, suku, ras, golongan, agama, atau JENIS KELAMIN.

– Kecemburuan dan kesetiaan itu BUKAN SOAL CINTA, tapi EGO.

– CINTA SEJATI diawali dari HUBUNGAN PRIBADI mu DENGAN TUHAN menggunakan HATI NURANI, bukan dengan keyakinan agama atau segala macam ritual nya!

Kenapa Lebih Percaya BENCI Dari Pada CINTA?

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *