Pilihan Investasi Terbaik Saat PPKM Darurat

Pilihan Investasi Terbaik Saat PPKM Darurat. Mungkin sebagian orang akan mengalami dampak dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yaitu berkurangnya penghasilan yang di dapat. Namun ada juga orang yang justru keuangannya semakin bertambah tanpa capek melakukan banting tulang dan kerja tambahan.

Apakah bisa seperti itu? Yah, mereka adalah orang-orang yang melakukan investasi. Karena investasi tidak akan surut meskipun terjadi PPKM darurat yang di akibatkan lonjakan penularan virus corona. Imbalan atau keuntungan hasil investasi, capital gain maupun pembayaran dividen perusahaan akan terus mengalir deras masuk ke rekening para investor.

Maka dari itu ketika PPKM darurat berjalan bukan berarti harus melakukan stop investasi. Sebaiknya investasi tetap di jalankan sekaligus tetap menganalisa dan memperhatikan risikonya. Dan kita pun harus pintar mengatur keuangan agar anggaran investasi tak terpakai habis untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: PPKM Darurat Berjalan! Ini Solusi Agar Keuangan Tetap Aman

Agar tidak salah memilih instrumen investasi saat di berlakukannya PPKM darurat. Berikut ini akan di bahas seputar Pilihan Investasi terbaik yang bisa dilakukan. Sehingga uang tetap aman dan berlimpah.

Jenis Investasi Terbaik Yang Bisa Menjadi Pilihan Saat PPKM Darurat

Pilihan Investasi Terbaik Saat PPKM Darurat

1. Reksadana Pasar Uang

Kita tahu bahwa saat ini lonjakan penularan akibat covis-19 masih tinggi. Dan sudah pasti para investor pun akan memilih jenis produk investasi yang memberikan keuntungan yang aman dengan minim risiko. Maka dari itu keuntungan kecil pun menjadi alternatif terbaik di bandingkan harus tekor.

Reksadana pasar uang menjadi salah satu jenis investasi terbaik dengan minim risiko. Jika di bandingkan dengan jenis lainnya seperti reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Reksadana pasar uang pun memberikan keuntungan yang stabil dengan rata-rata berkisar antara 6-7 persen pertahun.

Selain itu untuk memulai berinvestasi di reksadana pasar uang bisa hanya dengan modal kecil mulai dari Rp. 10 Ribu yang bisa di beli secara online melalui berbagai marketplace.

2. Emas

Karena tingkat volatilitas di nilai masih tinggi akibat lonjakan penularan covid-19. Banyak investor pun mengalihkan sebagian aset mereka ke investasi yang lebih aman, seperti salah satunya emas. Sejak dulu emas menjadi pilihan investasi terbaik khususnya bagi para ibu-ibu, karena emas mudah di jual maupun di gadaikan kapan saja ketika di butuhkan.

Kita tahu bahwa investasi emas menguntungkan dengan minim risiko, di tambah nilai dan harganya pun cukup stabil. Apalagi untuk saat ini investasi emas banyak skemanya, mulai dari cicilan maupun berupa tabungan emas dengan modal yang murah. Biasanya Return emas akan berpotensi mencapai 10-12% per tahun, apalagi jika di jadikan investasi dalam jangka panjang.

3. Investasi Pada Fintech Lending

Kita tahu bahwa saat ini pinjaman online sedang sangat ramai di lakukan. Untuk bisa meraup keuntungan dari fintech peer to peer (P2P) lending bukan menjadi peminjam namun kita bisa menjadi investornya. Dengan bermodalkan Rp. 100 Ribu, kita sudah bisa menjadi investor.

Keuntungan pada pendanaan atau investasi di Fintech Lending bisa mencapai rata-rata 18 persen pertahunya. Tentu ini lebih tinggi di bandingkan keuntungan pada deposito. Selain itu, kita bisa dengan leluasa memilih tenornya apakah dalam waktu 6 bulan, 1 tahun, atau 2 tahun. Semua itu tergantung dengan kita sebagai investor dan seberapa cepat ingin mendapatkan keuntungan dengan lebih maksimal.

Baca Juga: Pilihan Jenis Produk Investasi Cocok Untuk Penghasilan Pas-Pasan

4. Reksadana Pendapatan Tetap

Selain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap pun bisa menjadi pilihan terbaik untuk memulai berinvestasi. Seperti namanya pendapatan tetap karena akan memberikan imbalan hasil yang pasti secara rutin, misal dalam sebulan ataupun 3 bulan sekali.

Bisanya reksadana pendapatan tetap akan mengalokasikan investasinya pada efek utang yang memberikan pendapatan tetap. Misalnya saja pada surat utang atau obligasi yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun. Baik yang di terbitkan korporasi maupun pemerintah.

Investasi reksadana pendapatan tetap sangat pas jika di lakukan dalam jangka waktu 1-3 tahun. Keuntungan hasil atau return pada reksadana pendapatan tetap sekitar 7-8% per tahun. Bisanya akan lebih tinggi dari deposito. Untuk risiko investasi pada reksadana pendapatan tetap adalah ketika terjadi penurunan nilai unit penyertaan, karena di pengaruhi turunnya harga surat utang.

5. Reksadana Saham

Jika kita ingin melakukan investasi dalam jangka panjang dengan keuntungan yang besar, maka pilihan yang tepat adalah berinvestasi pada reksadana saham. Reksadana saham bisa di lakukan dengan investasi minimal 80 persen dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk efek bersifat ekuitas saham.

Untuk Imbal hasil reksadana saham bisa mencapai rata-rata 15 persen sampai 20 persen per tahunnya. Ini akan lebih tinggi di banding jenis reksadana lainnya. Namun dengan memperoleh keuntungan yang besar, tentu tingkat risikonya pun akan semakin tinggi.


Kita tahu bahwa situasi saat ini masih tidak menentu dan di rundung ketidakpastian. Oleh karena itu langkah bijak sebelum memulai investasi adalah memahami dan mempelajari terlebih dahulu risiko dari setiap instrumen investasi yang di pilih.

Seperti yang di sebutkan di atas adalah Pilihan Investasi Terbaik, namun tetap akan ada keuntungan maupun risiko yang harus di ambil. Yang terpenting adalah kita harus mampu di siplin dalam menyisihkan uang agar bisa benar-benar menjadi investor dengan penghasilan yang maksimal.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *