Investasi Reksadana Menjadi Pilihan Saat Pandemi

Investasi Reksadana Menjadi Pilihan Saat Pandemi. Banyak orang yang beranggapan bahwa investasi menjadi hal yang sulit atau kurang tepat di lakukan saat pendemi seperti ini. Alasannya karena keadaan ekonomi dalam kondisi tidak pasti. Sehingga sebagian orang mungkin akan memilih menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan.

Padahal sebenarnya tidak ada salah nya berivestasi di saat pandemi. Dengan syarat harus bisa menanamkan modal pada instrumen investasi yang tepat dan mampu mengelola risikonya. Sudah di pastikan bahwa kita akan memperoleh keuntungan berlipat walau pun di tengah pandemi.

Investasi bukan hanya bertujuan untuk mengamankan aset, namun juga untuk mengembangkan uang. Salah satu instrumen yang tepat di saat pandemi adalah investasi reksadana. Instrumen yang rendah risiko, menguntungkan dan pastinya aman karena di kelola oleh manajer investasi.

Baca Juga: Rahasia Investasi Sukses Sejak Usia Muda

Investasi Reksadana Menguntungkan Di Saat Pandemi

Investasi Reksadana Menjadi Pilihan Saat Pandemi

1. Bisa Investasi Dengan Modal Kecil

Investasi reksadana menjadi salah satu yang paling terjangkau dan murah. Para mahasiswa yang belum punya gaji pun bisa melakukan investasi tersebut. Terutama pada reksadana yang di jual online, atau pada e-commerce kita bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal Rp. 10 Ribu atau jika bisa lebih Rp. 100 Ribu.

Sehingga sangat pas ketika kantong kosong di saat pandemi seperti ini. Hanya bermodalkan kecil namun masih tetap bisa berinvestasi dan memperoleh keuntungan yang maksimal.

2. Upgrade Dengan Mudah Setiap Bulannya

Instrumen investasi reksadana bisa di bilang seperti layak nya menabung. Karena kita bisa dengan mudah menambahkan modal investasi setiap bulannya. Misalnya saja saat awal kita menaruh dana investasi sebesar Rp. 500 Ribu, maka bulan-bulan berikutnya pun bisa di tambahkan sebesar itu.

Sebelum melakukan investasi kita pun bisa memilih tenor atau jangka waktu investasi. Mulai dari 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau bahkan hingga 10 tahun. Sehingga sistem upgrade ini akan berlanjut sampai dengan reksadana memasuki tanggal jatuh tempo.

Dan sistem upgrade ini pun bisa meringankan beban finansial kita setiap bulannya, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Kita tidak perlu menunggu sampai menjadi kaya dulu baru bisa memulai investasi reksadana.

3. Dana Akan Di Kelola Orang Profesional

Ketika berinvestasi di reksadana kita tidak perlu khawatir mengenai risiko yang ada. Karena dana yang kita investasikan akan di kelola oleh Manajer Investasi (MI) yang tentu sudah profesional dalam bidangnya. Sehingga kita pun dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

Manajer Investasi adalah salah satu agen yang menjual reksadana. Dan dalam menjalankan kegiatan usahanya perusahan manajer investasi pun harus memiliki ijin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga sudah di pastikan tidak asal beroperasi.

Selain itu orang yang bekerja pada perusahaan manajer investasi atau biasa di sebut Wakil Manajer Investasi (WMI). Juga harus memiliki izin dari OJK, nah untuk mendapatkan ijin WMI, orang tersebut harus bisa lulus dari ujian yang biasanya di gelar oleh Panitia Standar Profesi. Sehingga nantinya tanda kelulusan tersebut menjadi dasar sebagai penilaian atas permohonan izin yang di ajukan ke OJK.

4. Bisa Di Lakukan Secara Online

Untuk memudahkan semua orang berinvestasi, maka investasi reksadana pun saat ini bisa di lakukan secara online. Kita bisa menggunakan ponsel maupun laptop untuk memulai berinvestasi seperti setor modal hingga sampai penjualannya.

Kita bisa dengan mudah mengakses melalui website resmi maupun aplikasi resmi perusahaan manajer investasi atau pun bisa melalu e-commerce seperti tokopedia dan bukalapak. Dengan demikian, bisa lebih mudah, praktis, dan pastinya sangat aman karena sudah di bekali sistem keamanan berlapis.

Baca Juga: Perhatikan 3 Hal Ini! Bagi Investor Pemula Di Pasar Modal

5. Beragam Produk Pilihan

Reksadana bukan hanya memiliki satu jenis investasi melainkan beberapa jenis, di antaranya reksadana pasar uang (cocok untuk investasi dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun), reksadana pendapatan tetap (bisa dengan jangka waktu 1-3 tahun), reksadana campuran ( dengan jangka waktu 3-5 tahun), dan reksadana saham (untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun).

Sehingga kita bisa memilih sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan menentukan karakteristik kita sebagai investor. Jika kita menginginkan investasi yang aman lebih baik pilih reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap. Tetapi jika kita suka dengan tantangan dan ingin keuntungan yang lebih besar, reksadana saham bisa menjadi puluhan.

6. Mudah Untuk Di Cairkan

Investasi reksadana sangat cocok untuk kita sebagai pemula. Ini adalah produk investasi yang aman dengan rendah risiko, namun tetapi memberikan keuntungan yang maksimal. Selain itu mudah juga untuk di jual atau di cairkan jika memang sewaktu-waktu kita sedang membutuhkan dana mendesak. Di tambah tidak ada denda atau pinalti yang akan di bebankan.

Sebagai orang yang bijak dalam mengolah pendapatan atau gaji perbulannya. Sebaiknya kita bisa memulai berinvestasi sejak dini, kita bisa menyisihkan 20 persen dari gaji atau penghasilan setiap bulan untuk investasi. Di bandingkan penghasilan tidak jelas habis kemana.

Selain Investasi Reksadana Menjadi Pilihan Saat Pandemi, Dengan melakukan Investasi pun dapat membawa kita kepada masa depan keuangan cerah. Sehingga tidak merana di hari tua nanti. Lakukan Investasikan dalam jangka panjang agar memperoleh keuntungan yang besar dan maksimal.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *