Ingin Mengajukan Pinjaman KTA? Pastikan Terpenuhi 5 Syarat Ini!

Ingin Mengajukan Pinjaman KTA

Ingin Mengajukan Pinjaman KTA? Pastikan Terpenuhi 5 Syarat Ini! – Pinjaman Tanpa Anggunan (KTA) adalah produk atau fasilitas yang di berikan oleh bank, untuk melakukan pinjaman uang tanpa anggunan atau sebuah jaminan.

Produk ini banyak di minati oleh peminjam karena prosesnya mudah dan cepat, asalkan sudah terpenuhi semua persyaratan yang di minta oleh pihak bank pemberi fasilitas KTA.

KTA biasanya di gunakan oleh peminjam untuk modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, dan bahkan ada juga yang menggunakannya untuk sekedar memenuhi kebutuhan konsumtif seperti liburan. Kemudian Plafon Pinjaman Tanpa Anggunan mulai dari Rp. 1 Juta sampai Rp. 500 Juta Dengan masa tenor cicilan 12 Bulan hingga maksimal 60 Bulan (5 Tahun).

Dengan Proses yang mudah dan Plafon yang tinggi dengan masa cicilan yang panjang, tidak sedikit orang tergiur dengan fasilitas tersebut. Sehingga banyak orang yang mengajukan pinjaman tanpa memikirkan kemampuan finansial mereka sendiri.

Dan hasilnya kemudian banyak orang yang memiliki kredit macet atau tidak sanggup membayar untuk proses cicilannya, akhirnya terlilit hutang bank yang menggunung karena beban bunga keterlambatan dan lain-lain.

Baca Juga: Kelebihan Kekurangan KTA dan Kartu Kredit

Untuk bisa menghindari hal tersebut, pastikan kita sudah memenuhi syarat-syarat dalam mengajukan KTA! Karena syarat tersebut bukan KTP atau Kartu Kredit yang harus terlebih dahulu kita penuhi.

Namun Ingin Mengajukan Pinjaman KTA? Pastikan Terpenuhi 5 Syarat Ini!

1. Pastikan Kita Mampu Mengelola Keuangan Dengan Baik

Pada saat mengajukan pinjaman KTA tentu kemudian akan ada kewajiban yang harus kita penuhi yaitu melakukan pembayaran cicilan setiap bulannya. Itulah kenapa kita harus bisa mengelola keuangan dengan baik agar nantinya gaji atau penghasilan kita setiap bulannya tidak lenyap begitu saja tanpa bekas dan tidak tahu larinya kemana. Jadi kita harus bisa mengatur dengan baik anggaran keuangan yang masuk maupun keluar.

Hal ini untuk menghindari resiko telat atau gagal bayar ketika tanggal jatuh tempo pembayaran KTA sudah dekat, dan ingin melakukan pembayaran malah uang yang kita peroleh dari gaji sudah habis. Mungkin kita bisa mencoba menerapkan prinsip 40-30-20-10 yaitu: 

40 persen dari gaji bisa kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kemudian 30 persen untuk memenuhi kewajiban bayar hutang, termasuk di dalamnya adalah KTA. Lalu 20 persen dari gaji bisa kita kelola untuk tabungan atau investasi dan 10 persen untuk beramal. Sehingga dengan membuat daftar anggaran pengeluaran kita bisa tahu apa saja kewajiban yang harus kita lakukan setiap bulannya atas penghasilan atau gaji kita.

2. Mencari Info Seputar KTA

Setiap bank akan mempunyai fasilitas KTA, namun akan ada perbedaan dari syarat dan ketentuan pada masing-masing bank. Disini kita sebaiknya bisa mencari tahu terlebih dahulu seputar KTA yang di tawarkan oleh pihak bank tersebut. Seperti dalam hal apa saja keuntungannya dan apa saja kerugiannya.

Kita bisa menanyakannya langsung kepada custmer sevice, rekan kerja, teman, kerabat, tetangga, yang mungkin tahu tentang fasilitas KTA dari bank tersebut. Dengan kita tahu sehingga nantinya tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.

3. Tidak Memiliki Hutang Ditempat Lain

Tidak sedikit orang mengajukan pinjaman KTA untuk melakukan gali lubang tutup lubang, yaitu dengan meminjam di tempat baru untuk menutupi pinjaman di tempat yang lama. Hal ini tentu akan menjadi sebuah bumerang, bukan meringankan hutang kita namun akan menjadi beban pada keuangan kita nantinya.

Contohnya saja kita mengajukan KTA untuk bisa membayar DP Rumah atau Cicilan KPR. Bukan malah terselesaikan malah kita akan memiliki dua hutang sekaligus yang harus kita bayar dan tentu saja angsuran perbulannya akan menjadi lebih besar. 

Maka sebaiknya yang harus kita lakukan sebelum mengajukan pinjaman KTA adalah pastikan kita sedang tidak mempunyai persangkutan hutang di tempat lain. Serta pastikan batas hutang tidak lebih dari 30 persen dari gaji atau penghasilan kita setiap bulannya.

Baca Juga: Prinsip 5C Bank Untuk Menilai Kreditur

4. Pastikan Punya Kedisiplinan Membayar Kewajiban Hutang

Kita sudah pasti tahu jika memiliki sebuah hutang maka konsekuensi yang harus kita terima adalah harus membayar cicilan hutang setiap bulannya. Sampai batas waktu perjanjian yang sudah kita sepakati sebelumnya dengan pihak bank terkait.

Dalam hal ini tentu kita harus mempunyai komitmen dan kedisiplinan dalam menyisihkan uang. Dalam anggaran yang sudah di buat dan bisa membayar hutang tepat pada waktunya agar terhindar dari denda keterlambatan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya porsi untuk hutang tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan atau gaji setiap bulannya. Jika memang lebih maka kita di wajibkan harus bisa bekerja keras mencari penghasilan tambahan untuk bisa menutup hutang tersebut.

Jadi harus kita ingat, kunci dari semua itu adalah kedisiplinan dan jangan pernah menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak bermanfaat. Jika kita mempunyai kedisiplinan dalam membayar hutang cicilan setiap bulannya pihak bank atau lembaga keuangan akan memberikan apresiasi kepada kita. Yang nanti nya jika kita ingin mengajukan pinjaman kembali akan lebih di permudah.

5. Mengajukan Pinjaman KTA Untuk Hal Yang Tidak Penting

Fasilitas pinjaman KTA seharusnya bisa di gunakan untuk yang bersifat produktif atau lebih baik. Jika memang di gunakan untuk kebutuhan yang sifatnya menghasilkan atau menguntungkan kita seperti modal usaha. Merenovasi rumah untuk bisnis kost-kostan atau kontrakan dan lain-lain.

Jika memanfaatkan fasilitas pinjaman KTA hanya untuk kebutuhan konsumtif seperti berbelanja, liburan dan hal-hal yang tidak penting lainnya, tentu akan sangat tidak tepat. Ingat, bahwa bunga dari KTA itu sendiri tidaklah kecil, biasanya di mulai dari 0,59 persen, 1 persen, 1,55 persen, dan 2 persen untuk per bulannya (flat).

Memang mungkin kita merasa itu bunga yang kecil. Namun jika kita akumulasikan atau kita hitang dalam setahun bisa mencapai 12 persen atau bahkan 24 persen itu hanya pembayaran untuk bunganya saja. Jadi sebaiknya hindari memanfaatkan fasilitas KTA untuk hal yang tidak penting yang tidak menghasilkan apa-apa.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *